Wikipedia
Hasil penelusuran
Minggu, 14 Januari 2018
Kebersihan dan Kerapihan Ruang Kelas SD Azhari Islamic School
Oleh: Wahido Amarsyah
Pagi itu begitu cerah, seakan menyapa dan memberi semangat lagi orang-orang yang beraktifitas kembali di hari ini. Hari senin, hari dimana dimulainya kegiatan-kegiatan seperti biasa setelah libur hari minggu, khususnya kegiatan belajar bagi siswa sekolah, pasti semuanya mulai menyusun strategi kembali untuk mengawali kegiatan dengan semangat, agar hari-hari kedepannya bisa semangat lagi dalam menjalankan aktivitas.
Terlihat di luar kelas banyak siswa yang berlalu-lalang sambil bercanda satu sama lain, senyum yang terpancar dari raut wajah mereka yang ceria, sepertinya mereka bahagia dan semangat untuk memulai kegiatan belajar di hari senin ini. Tak seperti sekolah pada umumnya yang setiap hari senin sekolah manapun melaksanakan upacara bendara, tetapi SD Azhari Islamic School ini tidak melaksanakan upacara pada hari senin kali ini, setelah bertanya kepada Ustadz Syahrul selaku guru tahfizh sekaligus asisten walikelas di kelas Ibnu Khaldun 5A ternyata memang upacara di SD Azhari Islamic School dilaksanakan satu bulan sekali, itu dikarenakan ada agenda tahfiz yang digencarkan dan ditekunkan agar mencapai target dan hasil baik yang diinginkan, agenda tahfiz tersebut dilaksanakan dari hari Senin sampai Jum’at, dan setiap kelas mendapat porsi waktu yang berbeda-beda, kelas 1 dan 2 waktu tahfiznya di pagi hari yaitu pada jam 7:30 sampai 8:30, sedangkan kelas 3,4,5, dan 6 waktu tahfiznya di pagi hari dan siang hari yaitu pada jam 7:30 sampai 8:30, dan pada jam 12:30 sampai 13:30. Porsi target hafalannya pun berbeda-beda, kelas 1 sebanyak satu juz yaitu juz 30, kelas 2 sebanyak dua juz yaitu juz 29 dan 28, kelas 3 sebanyak tiga juz yaitu juz 27, 26 dan 25, kelas 4 sebanyak empat juz yaitu juz 24, 23, 22 dan 21, kelas 5 sebanyak empat juz yaitu juz 20, 19, 18 dan 17, lalu kelas 6 pun sama sebanyak empat juz yaitu juz 16, 15, 14 dan 13. Dengan target hafalan sebanyak itu, maka membutuhkan waktu yang banyak pula, agar semua bisa terlaksana dengan baik dan mendapatkan hasil yang diinginkan.
Saat jam pelajaran akan dimulai, terlihat siswa mulai memasuki ruang kelas mereka masing-masing, namun ada hal yang berbeda saat siswa akan memasuki ruang kelas, dimana siswa sekolah pada umumnya tetap mengenakan sepatu saat belajar di kelas tetapi hal ini berbeda dengan dengan siswa SD Azhari, mereka melepaskan sepatu mereka saat hendak memasuki ruang kelas, dan menaruhnya di rak sepatu yang sudah tersedia di depan kelas, bahkan bukan siswa saja, tetapi guru yang akan mengajar pun melepas alas kaki juga, setelah bertanya kepada ibu Ifah Haryanti selaku wali kelas Ibnu Khaldun 5A ternyata melepas alas kaki saat memasuki ruang kelas memang sudah menjadi peraturan di SD Azhari ini, hal ini dikarenakan agar kelas tetap terjaga kebersihannya dan suciannya, tatkala ada kegiatan yang mengharuskan lantai bersih dan suci seperti shalat, praktek shalat, atau pun belajar dalam keadaan duduk di bawah pun bisa digunakan karna lantainya dalam keadaan suci, dengan begitu kelas juga terasa lebih nyaman dan seperti berada di rumah sendiri, bebas duduk dimana saja tanpa takut kotor ataupun terkena najis, dengan kelas yang terasa nyaman akan menambah semangat siswa dalam belajar. Tak hanya sepatu saja yang dilepas ketika hendak memasuki kelas, siswa pun meletakkan tas-tas mereka di luar kelas, sedangkan buku-buku mereka diletakkan di lokernya masing-masing yang terdapat di belakang kelas, jika hendak belajar mata pelajaran terntentu, maka buku mata pelajaran tersebut yang akan dikeluarkan, hal yang demikian itu dilakukan agar tetap terjaga kerapihan kelas. Ternyata di dalam tas mereka itu berisi bekal yang mereka bawa dari rumah, dan buku-buku mereka tidak dibawa pulang, tetap ditinggal di lokernya masing-masing, tetapi akan dibawa pulang jika ada tugas maupun ujian. Mereka diperintahkan untuk membawa bekal karena siswa SD Azhari dilarang untuk membawa uang jajan, sebab rawan kehilangan atau mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, jika mereka tidak dibawakan bekal oleh orang tuanya, maka orang tua bisa untuk memesan catering pada sekolah. Saat belajar di kelas siswa melepas sepatu, maka begitu pun halnya ketika siswa hendak ke toilet, siswa juga melepaskan alas kakinya ketika hendak masuk toilet, agar kebersihannya tetap terjaga, tempat sampah pun diletakkan di luar kelas, karna demi menjaga kebersihan tempat belajar.
Kebersihan dan kerapihan tersebut benar-benar dikelola dengan baik oleh pihak sekolah, sekolah mempunyai kurang lebih sekitar 10 petugas kebersihan yang setiap harinya bertugas membersihkan seluruh kawasan sekolah, petugas kebersihan sekolah membersihkan lobby sekolah, lantai sekolah, toilet sekolah, ruang guru, ruang kepala sekolah, toilet tamu, aula sekolah, menyapu halaman sekolah dan seluruh bagian sekolah, hal demikian dilakukannya sebanyak tiga kali sehari, yaitu pada pagi hari, siang hari, dan sore hari ketika para siswa sudah pulang sekolah, bahkan petugas kebersihan menyapu, mengepel lantai, membersihkan tangga dan membersihkan rak sepatu tidak dihitung berapa kali, jika sedikit kotor maka akan segera mereka bersihkan.
Tidak hanya petugas kebersihan yang menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tetapi semua warga sekolah SD Azhari Lebak Bulus pun demikian, semua diwajibkan menjaga kebersihan lingkungan bersama, yaitu dengan mematuhi peraturan tentang melepas alas kaki tersebut di atas jika memasuki ruangan (ruang guru sekalipun), lalu membuang sampah pada tempatnya. Siswa pun senantiasa diwajibkan untuk menjaga kebersihan, apabila terdapat pelanggaran misalnya itu buang sampah sembarangan, maka akan ada hukumannya. Semua siswa pun mempunyai jadwal piket di masing-masing kelas mereka, setiap hari setelah berakhir jam pelajaran yang terakhir, siswa membersihkan kelas mereka sebelum pulang ke rumah, mereka merapihkan bangku-bangku dan meja-meja, lalu menyapu dan mengepel lantai, menghapus tulisan di papan tulis, serta membersihkan kembali kaca jendela. Setelah siswa membersihkan ruang kelas, lalu siswa pulang ke rumahnya, tak lupa petugas kebersihan mengecek lagi kebersihan dan kerapihan kelas, jika masih ada debu maka akan dibersihkannya kembali, atau jika masih ada sampah di tempat sampah maka akan dibuang ke pengumpulan sampah yang besar. Dengan begitu ruang kelas dan ruangan lainnya di sekolah senantiasa terjaga kebersihan dan kerapihannya, dengan demikian siswa dapat bersemangat dan ceria saat belajar, semangat belajar akan mempengaruhi hasil yang lebih baik lagi. menurut saya kebersihan dan kerapihan kelas maupun lingkungan SD Azhari lainnya sangatlah nyata, setiap harinya selalu dalam keadaan bersih, tak peduli libur panjang ataupun libur pendek, murid pun nyaman dengan suasana kelas dan sekolah yang bersih, dengan begitu dapat meningkatkan rasa semangat siswa dalam belajar, saya sendiri merasakan tatkala memasuki ruang kelas serasa memasuki rumah sendiri, bisa duduk di lantai dan merasakan lantai yang bersih tak ada debu sedikitpun.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Suara Demokrasi SMPN 96
Jumat, 15 September 2023 SMPN 96 Jakarta menggelar Selebrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertemakan Suara Demokrasi....

-
Jumat, 15 September 2023 SMPN 96 Jakarta menggelar Selebrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertemakan Suara Demokrasi....
-
A. Pengertian Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Nilai adalah suatu keyakinan dan kepercayaan yang menjadi dasar seseorang atau kelompo...
-
Setiap sekolah di jenjang menengah pertama maupun atas, pada umumnya memiliki kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) yang menjadi wadah untuk...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar