Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 30 April 2026

Hardiknas 2026

 A. Pendahuluan

Hari Pendidikan Nasional harus dimaknai sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan pendidikan Indonesia. Pendidikan merupakan instrumen utama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul, menghapus kemiskinan, memperkuat demokrasi, dan mewujudkan keadilan sosial. Namun realitas hari ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan belum sepenuhnya ditempatkan sebagai prioritas substantif, melainkan kerap terjebak pada agenda simbolik, seremonial, dan administratif.

Di tengah berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, pembangunan infrastruktur, digitalisasi birokrasi, serta agenda hilirisasi ekonomi, masih terdapat persoalan mendasar yang belum terselesaikan: kesejahteraan guru honorer rendah, dosen menghadapi ketidakpastian karier, biaya pendidikan tinggi meningkat, dan ketimpangan mutu pendidikan antarwilayah masih tajam.

Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh berbagai kejadian nyata di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, publik berkali-kali disuguhkan kasus siswa keracunan makanan di lingkungan sekolah, baik akibat sanitasi yang buruk, jajanan tidak sehat, maupun lemahnya pengawasan mutu konsumsi peserta didik. Hal ini menunjukkan bahwa aspek keamanan dan kesehatan sekolah masih belum menjadi standar nasional yang kuat.

Di sisi lain, Indonesia juga pernah dikejutkan dengan kasus peserta didik yang mengalami tekanan psikologis berat hingga bunuh diri karena tidak mampu memenuhi kebutuhan sekolah, seperti membeli seragam, perlengkapan belajar, atau menunggak biaya pendidikan. Tragedi semacam ini menegaskan bahwa kemiskinan masih menjadi penghalang serius bagi akses pendidikan yang layak.

Persoalan lain yang sangat memprihatinkan adalah masih terjadinya kekerasan seksual di dunia pendidikan, baik di sekolah, pesantren, maupun perguruan tinggi. Berbagai kasus yang terungkap menunjukkan bahwa ruang pendidikan belum sepenuhnya aman bagi peserta didik. Lingkungan yang seharusnya menjadi tempat tumbuh dan belajar justru dalam sejumlah kasus berubah menjadi ruang trauma.

Selain itu, ketimpangan infrastruktur pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) masih sangat nyata. Di kota besar, sekolah mulai berbicara tentang kecerdasan buatan (AI), laboratorium digital, coding, dan kelas berbasis teknologi. Namun di banyak wilayah terpencil, masih terdapat sekolah dengan ruang kelas rusak, keterbatasan listrik, minim guru tetap, tidak memiliki laboratorium, dan akses internet yang lemah. Ketika dunia memasuki era global berbasis teknologi tinggi, sebagian anak Indonesia masih berjuang mendapatkan ruang kelas yang layak.

Secara umum, data nasional menunjukkan bahwa:

  1. Masih banyak sekolah membutuhkan rehabilitasi ruang kelas dan sarana sanitasi.
  2. Kesenjangan akses internet pendidikan antara desa dan kota belum sepenuhnya terselesaikan.
  3. Angka putus sekolah masih terjadi pada kelompok rentan ekonomi.
  4. Kasus kekerasan di satuan pendidikan masih terus dilaporkan setiap tahun.
  5. Kesejahteraan sebagian guru honorer dan tenaga pendidikan belum memenuhi standar layak.

Realitas tersebut menghadirkan pertanyaan mendasar yang harus dijawab negara: mengapa investasi besar pada masa depan bangsa belum berbanding lurus dengan kesejahteraan para pendidik, keamanan peserta didik, serta pemerataan kualitas pendidikan nasional?

Jika Indonesia sungguh ingin mewujudkan generasi emas dan daya saing global, maka pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan slogan dan program populis. Pendidikan harus dibangun melalui keberpihakan anggaran, perlindungan peserta didik, kesejahteraan tenaga pendidik, dan pemerataan mutu hingga ke pelosok negeri.

B. Landasan Konstitusional dan Yuridis

Sebagai pelaku di lingkungan mendidikan, guru memiliki tuntutan yang berlandaskan hukum yang kuat dan sah dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

1. Undang-Undang Dasar 1945

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (1):

Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”.

Pasal 31 ayat (2):

“Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”.

Pasal 31 ayat (4):

“Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD”.

Pasal 28C ayat (1):

“Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan mendapat pendidikan”.

2. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menegaskan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman, cakap, kreatif, mandiri, dan demokratis.

Namun secara substansi, regulasi ini perlu direvisi karena belum sepenuhnya menjawab tantangan AI, digitalisasi, ekonomi global, perlindungan data, kesehatan mental, dan ketimpangan akses modern.

3. UU Guru dan Dosen

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 menyebutkan guru dan dosen berhak memperoleh penghasilan layak, jaminan kesejahteraan, perlindungan hukum, dan pengembangan profesional.

Jika masih ada guru honorer berupah minim dan dosen non-ASN tidak sejahtera, maka implementasi undang-undang belum berjalan maksimal.

4. Pancasila

Sila ke-5: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Artinya akses pendidikan dan kesejahteraan pendidik wajib didistribusikan secara adil.

C. Tuntutan Strategis Hardiknas 2026

  1. Mendesak revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 agar relevan dengan era digital-global.
  2. Menjamin kesejahteraan guru honorer melalui skema pengangkatan dan standar upah layak.
  3. Menata ulang kesejahteraan dosen ASN dan non-ASN secara adil.
  4. Menurunkan beban UKT dan menghentikan komersialisasi kampus.
  5. Memastikan anggaran pendidikan 20% APBN tepat sasaran.
  6. Pemerataan internet, laboratorium, dan fasilitas sekolah daerah 3T.
  7. Dana riset nasional yang kuat bagi perguruan tinggi.
  8. Sistem pendidikan bebas kekerasan dan ramah kesehatan mental.
  9. Melibatkan mahasiswa, guru, dan dosen dalam setiap kebijakan pendidikan.

 

D. Narasi Aksi Lapangan

Jika negara mampu membiayai program besar, maka negara juga harus mampu menyejahterakan guru dan dosen. Jika negara ingin generasi emas, maka pendidiknya harus dimuliakan terlebih dahulu. Jika negara ingin maju, pendidikan harus menjadi prioritas nyata, bukan sekadar slogan.

E. Penutup

    Hari Pendidikan Nasional tidak cukup diperingati dengan upacara dan pidato. Hardiknas harus menjadi titik balik keberanian bangsa menata ulang prioritas pembangunan.

    Bangsa yang menghargai pendidikan akan memuliakan guru, menyejahterakan dosen, memudahkan mahasiswa, dan menjamin sekolah yang adil bagi semua.

Hidup Guru Indonesia!
Pendidikan Adil, Indonesia Maju!

Jumat, 15 September 2023

Suara Demokrasi SMPN 96

Jumat, 15 September 2023 SMPN 96 Jakarta menggelar Selebrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertemakan Suara Demokrasi. Pagelaran selebrasi P5 yang dilaksanakan tersebut bertepatan dengan Hari Demokrasi Internasional yang jatuh pada tanggal yang sama. Selebrasi P5 dengan tema Suara Demokrasi digelar dengan tujuan untuk mengenalkan peserta didik tentang sistem demokrasi di Indonesia, dewan guru SMPN 96 berikhtiar memberikan pemahaman terkait demokrasi kepada peserta didik agar nantinya para peserta didik tersebut mampu menjadi generasi yang membawa perubahan bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Sebab pada saat ini, Indonesia mengalami stagnasi sistem demokrasinya, menurut penelitian yang dilakukan oleh Economist Intelligence Unit (EIU), Indonesia memperoleh skor 6,71 pada Indeks Demokrasi tahun 2022. Skor ini sama dengan nilai yang diperoleh Indonesia pada Indeks Demokrasi tahun 2021, dan Indonesia masih tetap dikategorikan sebagai negara demokrasi yang memiliki cacat/kekurangan (flawed democracy). Meskipun nilai indeks tetap stabil, peringkat Indonesia dalam skala global mengalami penurunan dari posisi 52 menjadi 54.

Kamis, 07 September 2023

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam

A. Pengertian Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam
    Nilai adalah suatu keyakinan dan kepercayaan yang menjadi dasar seseorang atau kelompok untuk memilih tindakannya, atau menilai suatu yang bermakna bagi kehidupannya.  Para ahli pendidikan menyebutkan bahwa pada umumnya pengajaran adalah bagian dari pada pendidikan. Akan tetapi pendidikan ruang lingkupnya lebih luas dari pengajaran. Jadi pendidikan juga meliputi pengajaran. Konsep pendidikan yang ada di atas ini dapat dijadikan sebagai penegas, bahwa setiap adanya interaksi antara peserta didik dan pendidik dan didukung dengan lingkungan yang memadai, maka kejadian seperti ini sudah dinamakan sebagai pendidikan.
    Dengan demikian pendidikan yang dalam hal ini adalah pembelajaran Pendidikan Agama Islam, tidak harus dalam bentuk pengajaran pengajaran formal. Karena yang sangat penting dalam pendidikan ini adalah pengertian tentang nilai-nilai agama dan harus diketehui adalah cara mengetahui dan memahami tentang nilai-nilai Agama, tidak harus melalui pendidikan atau pembelajaran yang bersifat formal, bahkan ada atau sebagian besar dari peserta didik yang merasakan bahwa pendidikan yang bersifat tidak sengaja dan terjadi didepan kita, maka itu akan mudah kita dapatkan dan dengan mudah dicerna oleh masing-masing individu.
    Pendidikan agama pada umumnya dan pendidikan agama Islam pada khususnya sangat diperlukan dalam membentuk manusia-manusia pembangunan yang ber-Pancasila dan untuk membentuk manusia Indonesia yang sehat, baik jasmani maupun rohani. Pendidikan agama Islam dicantumkan dalam urutan nomor satu dari sembilan bidang studi yang harus diselesaikan dalam perencanaan program pengajaran di sekolah dasar. Program studi pendidikan agama merupakan program wajib yang harus diikuti oleh setiap anak didik pada sepanjang tahun selama bersekolah.
    Nilai-nilai agama Islam pada hakikatnya adalah kumpulan dari prinsip-prinsip hidup, ajaran-ajaran tentang bagaimana manusia seharusnya menjalankan kehidupannya di dunia ini, yang satu prinsip dengan lainnya saling terkait membentuk satu kesatuan yang utuh tidak dapat dipisah-pisahkan. Jangan dikira bahwa ada satu nilai berdiri sendiri. Jadi Islam itu pada dasarnya adalah satu sistem, satu paket, paket nilai yang saling terkait satu sama lain, membentuk apa yang disebut sebagai teori-teori Islam yang baku.
    Aspek nilai-nilai ajaran Islam pada intinya dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu nilai-nilai ibadah, nilai-nilai aqidah, dan nilai-nilai akhlak. Dalam Al Qur’an terdapat nilai-nilai normative yang menjadi acuan dalam pendidikan Islam. Nilai yang dimaksud terdiri atas tiga pilar utama, yaitu:
  1. I’tiqadiyyah, yang berkaitan dengan pendidikan keimanan, seperti percaya kepada Allah, malaikat, rosul, kitab, hari akhir dan takdir, yang bertujuan untuk menata kepercayaan individu.
  2. Khuluqiyah, yang berkaitan dengan pendidikan etika, yang bertujuan untuk membersihkan diri dari perilaku rendah dan menghiasi dari dengan perilaku terpuji.
  3. Amaliyyah, yang berkaitan dengan pendidikan tingkah laku sehari-hari, baik berhubungan dengan `pendidikan ibadah dan pendidikan muamalah.
    Pengamalan konsep nilai-nilai ibadah akan melahirkan manusia-manusia yang adil, jujur, dan suka membantu sesamanya. Selanjutnya yang terakhir nilai-nilai akhlak mengajarkan kepada manusia untuk bersikap dan berperilaku yang baik sesuai norma atau adab yang benar dan baik, sehingga akan membawa pada kehidupan manusia yang tenteram, damai, harmonis, dan seimbang. Dengan demikian jelas bahwa nilainilai ajaran Islam merupakan nilai-nilai yang akan mampu membawa manusia pada kebahagiaan, kesejahteraan, dan keselamatan manusia baik dalam kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat kelak. Nilai-nilai agama Islam memuat Aturan-aturan Allah yang antara lain meliputi aturan yang mengatur tentang hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam secara keseluruhan.
    Secara umum ibadah memiliki arti segala sesuatu yang dilakukan manusia atas dasar patuh terhadap pencipta Nya sebagai jalan untuk mendekatka diri kepada Nya. Ibadah menurut bahasa (etimologis) adalah diambil dari kata ta’abbud yang berarti menundukkan dan mematuhi dikatakan thariqun mu’abbad yaitu : jalan yang ditundukkan yang sering dilalui orang. Ibadah dalam bahasa Arab berasal dari kata abda’ yang berarti menghamba. Jadi, meyakini bahwasanya dirinya hanyalah seorang hamba yang tidak memiliki keberdayaan apa- apa sehingga ibadah adalah bentuk taat dan hormat kepada Tuhan Nya.
    Pada dasarnya, tujuan akal dan pikiran adalah baik dan benar. Akan tetapi sebelum jalan akan dan fikiran itu diarahkan dengan baik, kebenaran dan kehendaknya itu belum tentu baik dan benar menurut Allah. Oleh sebab itulah manusia diberi beban atau taklif, yaitu perintah- perintah dan larangan- larangan menurut agama Allah SWT, yaitu agama Islam. Gunanya ialah untuk memperbaiki jalan akal pikirannya. 
    Ibadah merupakan perkara yang sakral. Artinya tidak ada suatu bentuk ibadah pun yang disyariatkan kecuali berdasarkan Al- Qur’an dan sunnah. Semua bentuk ibadah harus memiliki dasar apabila ingin melaksanakannya karena apa yang tidak disyariatkan berarti bid’ah, sebagaimana yang telah diketahui bahwa setiap bid’ah adalah sesat sehingga mana mungkin kita melaksanakan ibadah apabila tidak ada pedomannya? Sudah jelas, ibadah tersebut akan ditolak karena tidak sesuai dengan tuntunan dari Allah maupun Rasul Nya.
    Makna sesungguhnya dalam ibadah ketika seseorang diciptakan maka tidak semata- mata ada di dunia ini tanpa ada tujuan di balik penciptaannya tersebut Menumbuhkan kesadaran diri manusia bahwa ia adalah makhluk Allah SWT. yang diciptakan sebagai insan yang mengabdi kepada- Nya.
 
B. Sumber Nilai Agama Islam
    Nilai agama Islam sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial, tanpa nilai tersebut manusia akan turun tingkat kehidupan hewan yang amat rendah, karena agama megandung unsur kuratif terhadap perakit sosial. Nilai agama itu bersumber dari dua hal yaitu:
  1. Nilai Ilahi, yaitu nilai yang dititahkan Tuhan melalui Rosulnya yang berbentuk taqwa, iman, adil yang diabadikan dalam wahyu Illahi.AlQur’an dan sunnah merupakan sumber nilai ilahi, sehingga bersifat statis dan kebenarannya mutlak, sebagaimana firmannya dalam Al-Qur’an surat Al An’am ayat 115
  2. Nilai insaniah yaitu nilai yang tumbuh atas kesepakatan manusia serta hidup dan berkembang dari peradaban manusia. Nilai duniawi yang pertama bersumber dari ra’yu atau pemikiran yaitu memberikan penafsiran dan penjelasan terhadap Al-Qur’an dan Assunnah, hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan yang tidak diatur dalam Al-Qur’an dan Assunnah. Yang bersumber dari adat istiadat seperti tata cara komunikasi, interaksi anatara sesama manusia dan sebagainya. Yang ketiga bersumber pada kenyataan alam seperti tata cara berpakaian, tata cara makan dan sebagainya. 
C. Macam-macam Nilai Agama Islam
    Mengkaji nilai-nilai agama Islam secara menyeluruh adalah tugas yang sangat besar, karena nilai-nilai Islam tersebut menyangkut berbagai aspek dan membutuhkan telaah yang luas. Pokok-pokok yang harus diperhatikan dalam ajaran agama Islam untuk mengetahui nilai-nilai agama Islam mencangkup tiga aspek, yaitu nilai tauhid, nilai syari’ah, dan nilai akhlak.
1. Nilai Tauhid/Akidah
    Akidah secara etimologi berarti yang terikat. Setelah terbentuk menjadi kata, akidah berarti perjanjian yang teguh dan kuat, terpatri dan tertanam di dalam lubuk hati yang paling dalam. Secara terminologis berarti credo, creed, keyakinan hidup iman dalam arti khas, yakni mengikrarkan yang bertolah dari hati. Dengan demikian akidah adalah urusan yang wajib diyakini kebenarannya oleh hati, menenteramkan jiwa, dan menjadi keyakinan yang tidak bercampur dengan keraguan.
      Karakteristik akidah Islam bersifat murni, baik dalam isi maupun prosesnya, dimana hanyalah Allah yang wajib diyakini, diakui dan disembah. Keyakinan tersebut sedikit menyekutukan (Musyrik) yang berdampak pada motivasi ibadah yang tidak sepenuhnya didasarkan pada panggilan Allah SWT. Dalam prosesnya, keyakinan tersebut harus langsung, tidak boleh melalui perantara. Akidah demikian yang akan melahirkan bentuk pengabdian hanya pada Allah, berjiwa bebas, merdeka dan tidak tunduk pada manusia dan pada makhluk tuhan yang lainnya.
    Akidah dalam Islam meliputi keyakinan dalam hati tentang Allah sebagai Tuhan yang wajib disembah, ucapan dengan lisan dalam bentuk dua kalimat syahadat, dan perbuatan dengan amal sholeh. Akidah dalam Islam mengandung arti bahwa dari seorang mukmin tidak ada rasa dalam hati, atau ucapan di mulut atau perbuatan melainkan secara keseluruhannya menggambarkan iman kepada 16 Allah, yakni tidak ada niat, ucapan dan perbuatan dalam diri seorang mukmin kecuali yang sejalan dengan kehendak Allah SWT.
    Akidah atau iman adalah pondasi kehidupan umat Islam, sedangkan ibadah adalah manifestasi dari iman. Kuat atau lemahnya ibadah seorang ditentukan oleh kualitas imannya. Dengan demikian iman harus mencangkup empat komponen yaitu: ucapan, perbuatan, niat (keyakinan), dan sesuai dengan sunnah Rasul. Sebab iman apabila hanya berbentuk usapan tanpa amal, berarti kafir, ucapan tanpa ada niat adalah munafik, sementara ucapan, amal niat, tapi tidak sesuai dengan sunnah Rasul adalah bid’ah.
Fungsi Akidah dalam kehidupan manusia adalah sebagai berikut:
a) Menuntun dan mengemban dasar ketuhanan yang dimiliki manusia sejak lahir. Manusia sejak lahir telah memiliki potensi kebergamaan (fitrah), sehingga sepanjang hidupnya membutuhkan agama dalam rangka mencari keyakinan terhadap Tuhan.
b) Memberikan ketenangan dan ketenteraman jiwa.
c) Memberikan dorongan hidup yang pasti.
Abu A’la al-Mahmudi dalam Muhammd Alim menyebutkan pengaruh akidah tauhid terhadapa kehidupan seorang muslim adalah sebgai berikut:
1) Menjauhkan manusia dari pandangan yang sempit dan picik.
2) Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendidri dan tahu harga diri.
3) Membentuk manusia menjadi jujur dan adil.
4) Menghilangkan sifat murung dan putus asa dalam menghadapi setiappersoalan dan situasi.
5) Membentuk pendirian teguh, kesabaran, ketabahan dan optimisme.
6) Menanamkan sifat ksatria, semnagt dan berani, tidak gentar menghadapi resiko, bahkan tidak takut mati.
7) Menciptakan sikap hidup damai dan ridha.
8) Membentuk manusia menjadi patuh, taat dandisiplin menjalankan peraturan ilahi.
 
2. Nilai Akhlak
    Pengertian akhlak diambil dari bahasa arab berarti perangai, tabiat, adat, kejadian, buatan, ciptaan. Adapun pengertian akhlak secara terminologis, para ulama telah banyak mendefinisaikan, diantaranya Ibn Maskawih dalam buku Tahdzib al-Akhlaq, beliau mendefinisikan akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa terlebih dahulu melalui pikiran dan perimbangan. Selanjutnya Imam al-Ghozali dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin menyatakan bahwa akhlak adalah gambaran tingkah laku dalam jiwa yang dari padanya lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan petimbangan. 
Nilai-nilai akhlak dapat dikatagorikan sebagai berikut:
a) Nilai Akhlak pada Allah
Akhlak kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk, kepada Tuhan sebagai Sang Khaliq. Ada beberapa alasan mengapa manusia perlu berakhlak kepada Allah yaitu:
  • Karena Allah telah menciptakan manusia
  • Karena Allah telah memberikan perlengkapan panca indera berupa pendengaran, penglihatan, akal pikiran dan hati nurani, disamping anggota badan kokoh dan sempurna
  • Karena Allah telah memuliakan manusia dengan diberikannya keilmuan serta kemampuan menguasai daratan dan lautan.
b) Nilai akhlak pada manusia
Akhlak kepada manusia adalah akhlak yang ditekankan pada setiap orang untuk selalu berbuat baik kepada tetangga, saudara dan orang lain yang belum dikenal. Nilai-nilai kepada manusia dapat dikatagorikan sebgai berikut:
  • Silaturahmi, yaitu pertalian rasa cinta kasih antara sesama manusia, khususnya antara saudara, kerabat, handai taulan, tetangga, dan seterusnya.
  • Persaudaraan, yaitu semnagat persaudaraan, tebih-lebih antar sesama kaum beriman (ukhuwah Islamiyah). Intinya agar manusia tidak mudah merendahkan golongan lain.
  • Persamaan, yaitu pandangan bahwa semua manusia sama harkat dan martabarnya.tanpa memandang jenis kelamin, ras ataupun suku bangsa.
  • Adil, yaitu wawasan yang seimbang dan memandang nilai atau menyikapi sesuatu atau seseseorang
  • Baik sangka, yaitu sikap penuh baik sangka kepada sesame manusia
  • Rendah Hati, yaitu sikap yang tumbuh karena keinsyafan bahwa segala kemuliaan hanya milik Allah
  • Tepat janji, yaitu salah satu sikap yang benar-benar beriman yang selalu menepati janji jika membuat perjanjian
  • Lapang dada (insyiraf), yaitu sikap penuh kesediaan menghargai pendapat dan pandangan orang lain
  • Dapat dipercaya (al-amanah). Salah satu konsekuensi iman ialah amanah atau pemampilan diri yang dapat dipercaya
  • Perwira, yaitu sikap penuh harga diri namun tidak sombong, tetap rendah hati, dan tidak mudah menunjukkan sikap memelas atau iba dengan maksud mengundang belas kasihan dan mengharap pertolongan orang lain
  • Hemat, yaitu sikap tidak boros dan tidak pula kikir dalam menggunakan harta, melainkan sedang diantara keduanya.
  • Dermawan, (menjalankan infaq), yaitu sikap kaum beriman yang memiliki kesediaan yang besar untuk menolong sesama manusia, terutama mereka yang kurang beruntung dengan mendermakan sebagian harta benda yang dikaruniakan dan diamanatkan Tuhan kepada mereka. 
c)    Nilai akhlak pada lingkungan
    Dalam pandangan Islam, seorang tidak dibenarkan mengambil buah matang, atau memetik bunga sebelum mekar, karena hal ini berarti tidak member kesempatan kepada makhluk untuk mencapai tujuan penciptaanya. Ini berarti manusia dituntut untuk mampu menghormati proses-proses yang sedang berjalan, dan terhadap semua proses yang sedang terjadi. Yang demikiaan mengantarkan manusia bertanggung jawab, sehingga ia tidak melalukan pengrusakan, bahkan dengan kata lain, setiap pengrusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai pengrusakan terhadap diri sendiri.

Senin, 03 Juli 2023

Konsep Demo Ekskul Yang Efektif & Sederhana

 

Setiap sekolah di jenjang menengah pertama maupun atas, pada umumnya memiliki kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) yang menjadi wadah untuk mengembangkan potensi peserta didik di luar jam pelajaran, sehingga dapat menumbuhkan minat dan bakat peserta didik dalam pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan. Pengertian ekstrakurikuler itu sendiri adalah kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran dan tercantum dalam susunan program sesuai keadaan dan kebutuhan sekolah. Umumnya, kegiatan ekskul dirancang secara khusus sesuai dengan faktor minat dan bakat siswa. Untuk mengenalkan kegiatan ekskul kepada para peserta didik, biasanya disosialisasikan pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), ketika MPLS itu lah seluruh kegiatan ekskul di sekolah dikenalkan kepada peserta didik baru agar nantinya para peserta didik baru ini bisa memilih kegiatan ekskul yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Pengenalan kegiatan ekskul saat kegiatan MPLS itu dikemas dengan menampilkan demo ekskul yang menjelaskan dan mendemonstrasikan kegiatan atau program-program ekskul tersebut. Dalam menampilkan demo ekskul, masing-masing unit kegiatan ekskul mengemas demonstrasinya dengan pertunjukan yang merepresentasikan kegiatan ekskulnya, termasuk di antaranya itu ekskul Rohani Islam (Rohis). Kegiatan ekskul Rohis yang selalu berkenaan dengan kegiatan keagamaan di sekolah, patut disosialisasikan dengan baik dan efektif melalui penampilan demo ekskul saat MPLS. Oleh karenanya, pada blog ini akan diberikan konsep demo ekskul Rohis yang efektif dan sederhana melalui penampilan dialog perkenalan yang interaktif. Dibutuhkan dua orang yang tampil di depan menjadi pemeran, berikut contoh dialog perkenalan ekskul Rohis:

Upin dan Ipin mengucapkan salam secara bersama-sama “Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.”

Upin      : hallo teman-teman semua, apa kabarnya nih? (menanyakan kabar kepada audiens peserta MPLS) wah pada semangat dan antusias ya semuanya, semoga senantiasa sehat dan bahagia hingga akhir MPLS nanti.. aaamiin.

Ipin        : oh iya Upin, kita ngapain ya kira-kira di depan sini?

Upin      : teman-teman semua, ada yang sudah tahu belum kami berdua di depan sini mau ngapain?

Ipin        : kalian semua mau tahu aja atau mau tahu banget nih???

Upin      : oke kami akan kasih tahu ya, jadi kami berdua di depan sini akan mengenalkan kepada kalian terkait ekstrakurikuler Rohis

Ipin        : wahh ekskul Rohis pin?, teman-teman sudah pernah dengar belum apa itu Rohis?

Upin      : jadi Rohis itu adalah singkatan dari Rohani Islam, yang mana ekskul Rohani Islam ini sebagai salah satu organisasi di sekolah yang berlandaskan ajaran Islam serta menjadi wadah pembelajaran agama bagi seluruh peserta didik yang muslim.

Ipin        : wah Masya Allah, jadi kehadiran Rohis ini juga sebagai wadah untuk memperdalam ilmu agama ya pin, hmm menurutku itu bagus banget si. Terus kalau tujuan Rohis itu sendiri apa si?

Upin      : tujuan rohis sendiri yaitu: Menjadi organisasi yang dapat membentuk pribadi siswa yang berakhlakul karimah, bertanggung jawab dan berprestasi. Serta mewujudkan generasi muslim yang beriman, berilmu dan bertakwa untuk memperoleh ridho Allah Subhanahu wata’ala.

Ipin        : waw Masya Allah, tujuannya sangat mulia ya pin. Terus kegiatan yang ada di dalam ekskul Rohis itu apa aja?

Upin      : di antaranya itu ada Kajian Keislaman, Belajar Al-Quran Tajwid, Peringatan Hari Besar Islam, Mentoring dan Konsultasi Agama. Nah itu kegiatan yang ada di dalam ekskul Rohis. Kalau kegiatan rohis yang paling kamu suka apa Ipin?

Ipin        : kegiatan rohis yang paling aku suka itu Peringatan Hari Besar Islam pin, karena pas PHBI itu banyak sekali event yang ada di sekolah, di antaranya itu ada tabligh akbar dan ada lomba keterampilan agama. Makanya aku senang banget kalau ada kegiatan PHBI, pasti aku ikut lombanya.

Upin      : wah iya ya, kamu kan sering ikut lomba tilawah al-quran ya, dan selalu dapet juara juga ya?

Ipin        : iya pin.. Alhamdulillah hehe J

Upin      : aku mau dengar tilawah al-quran kamu dong Ipin, spill aja sebentar.. hafalan surah yang juz 30 aja. Gimana teman-teman, kalian setuju kan kita dengerin hafalannya Ipin? (bertanya kepada audiens)

Ipin        : oke aku akan bacakan ya, tapi kalian harus mendengarkan ya jangan ada yang berisik.

Upin      : oke teman-teman kalian dengarkan dengan baik ya, jangan ada yang berbicara apalagi berisik, mari kita simak hafalan dari Ipin....

Ipin melantunkan hafalannya

Upin      : MasyaAllah bagus banget hafalan kamu Ipin, dan lancar banget lagi! Pantesan kamu juara lomba terus, gimana teman-teman bagus banget ya hafalannya Ipin? (bertanya kepada audiens) Kalau kalian ingin pintar dan lancar mengajinya silakan gabung ekskul Rohis ya teman-teman, kegiatan rutin rohis itu setiap hari Selasa jam 14.00 sepulang sekolah, dan setiap hari Jumat ada khataman Al-Quran juga sehabis shalat Jumat.

Ipin        : teman-teman yang berbahagia, sebagai seorang muslim kita diwajibkan untuk menuntut ilmu agama, karena ilmu agama itulah yang akan menjadi bekal kita ketika di akhirat nanti. Oleh sebab itu, ikutlah kegiatan rohani islam agar kita bisa belajar dan memperdalam ilmu agama.

Upin      : oh iya teman-teman, sebelum perkenalan ini kami akhiri, ada sedikit pantun yang ingin saya sampaikan ni, mau dengar tidak?? Oke dengarkan ya...

                                      Padi mati karena hama

Hama muncul di waktu malam

Jika ingin belajar agama

Ayo masuk Rohani Islam

Upin      : demikian perkenalan ekskul rohis yang kami sampaikan, lebih kurangnya mohon maaf

Upin dan Ipin kembali bersama-sama mengucapkan salam: “Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Jumat, 03 Februari 2023

Himpunan Mahasiswa Islam


Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada hakikatnya bukanlah organisasi massa dalam pengertian fisik atau politik, melainkan wadah atas pendidikan dan alat perubahan. Dalam hal ini HMI menempatkan dirinya sebagai bagian umat Islam secara keseluruhan bukan sebagai sebuah kelompok yang merasa memiliki dan memonopoli kebenaran Islam. Pada proses pendidikan kader dan perubahan masyarakat dituntut untuk dapat menerima segala jenis individu yang memiliki keberagaman pemahaman keislaman serta dituntut untuk dapat berinteraksi dalam segala bentuk masyarakat yang memiliki keberagaman ideologi. Sebagai wadah pendidikan HMI berusaha dengan kesungguhan dan dengan totalitasnya membentuk mahasiswa yang dapat melakukan perbaikan masyarakat di segala medan perjuangan dan di segala waktu. Sebagai alat perubahan HMI secara tekun dan istiqomah melakukan perbaikan-perbaikan kehidupan masyarakat dengan melibatkan diri secara langsung dalam proses amar ma'ruf nahi munkar pada sistem sosial masyarakat umum.

Jumat, 11 Maret 2022

Adab Seorang Guru kepada Muridnya

 

Ada sekelompok anak muda sedang menghadiri resepsi pernikahan temannya, suatu ketika salah seorang dari mereka melihat guru SMA-nya. Kemudian murid itu langsung menyalami gurunya dengan penuh penghormatan, seraya berkata:

"Masih ingat saya kan, pak guru?”

Gurunya menjawab, “wah maaf, saya lupa."

Murid itu bertanya keheranan, "Masa sih, pak guru lupa dengan saya..?"

"Saya itu kan murid yang dahulu pernah mencuri jam tangan kepunyaan teman di kelas pak." Murid itu lanjut menceritakan

"Waktu itu ketika anak yang kehilangan jam itu menangis, pak guru menyuruh kami semua untuk berdiri, karena akan dilakukan penggeledahan dari saku murid semuanya."

"Saat itu saya berfikir, bahwa saya akan dipermalukan di hadapan para murid dan para guru, serta akan menjadi tumpahan ejekan dan hinaan, mereka akan memberikan gelar kepada saya: "pencuri" dan harga diri saya pasti akan hancur, selama hidup saya."

"Bapak menyuruh kami berdiri menghadap tembok dan menutup mata kami semua."

"Bapak menggeledah kantong kami, dan ketika tiba giliran saya, Bapak ambil jam tangan itu dari kantong saya, kemudian Bapak lanjutkan penggeledahan sampai murid terakhir."

"Setelah selesai, Pak guru menyuruh kami membuka penutup mata, dan kembali ke tempat duduk masing-masing."

"Saya takut Bapak akan membongkar perilaku saya dan mempermalukan saya di depan murid-murid lain yang semuanya itu adalah teman-teman saya."

"Bapak tunjukkan jam tangan itu dan Bapak berikan kepada pemiliknya, tanpa menyebutkan siapa yang mencurinya."

"Selama saya belajar di sekolah itu, Bapak tidak pernah bicara sepatah kata pun tentang kasus jam tangan itu, dan tidak ada seorang pun guru maupun murid yang bicara tentang pencurian jam tangan itu."

"Bapak masih ingat saya kan  pak..?"

"Bagaimana mungkin Bapak Lupa..??"

"Saya adalah murid Bapak, dan cerita itu adalah cerita pedih yang tak akan terlupakan selama hidup saya."

"Saya sangat mengagumi Bapak. Sejak peristiwa itu saya berubah menjadi orang yang baik dan benar hingga sekarang saya jadi orang sukses.

Saya mencontoh semua akhlak mulia dan perilaku baik Bapak."

Sang Guru itu pun menjawab :

"Sungguh aku tidak mengingatmu nak, karena pada saat menggeledah itu, aku sengaja menutup mataku, agar aku tidak mengenalmu."

"Karena aku tidak mau merasa kecewa atas perbuatan salah satu muridku, aku sangat mencintai semua murid-muridku..."

Hardiknas 2026

  A. Pendahuluan Hari Pendidikan Nasional harus dimaknai sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan pendidikan Indones...