Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 07 Januari 2020

Hakikat kenikmatan dunia

"Setetes madu jatuh di atas tanah"

قيل :... 
🐜 Datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya madu tersebut. 

🐜 Hmmm... manis.
Lalu dia beranjak hendak pergi.

🐜 Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya. Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi.

🐜 Namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya. 

🐜 Dia pikir, 
kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bisa menikmati manisnya,
lagi dan lagi.

🐜 Maka masuklah sang semut, tepat di tengah tetesan madu.

🐜 Ternyata? Badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengan
tanah. 

🐜 Dan...
Tentu saja tak bisa bergerak.

🐜 Malang nian nasibnya,... dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya. Mati dalam kubangan setetes madu.

Demikianlah analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia, sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah pepatah Arab :

ﻣﺎ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺇﻻ ﻗﻄﺮﺓ ﻋﺴﻞ ﻛﺒﻴﺮﺓ
ﻓﻤﻦ ﺍﻛﺘﻔﻰ ﺑﺎﺭﺗﺸﺎﻑ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ ﻣﻦ
ﻋﺴﻠﻬﺎ ﻧﺠﺎ
ﻭﻣﻦ ﻏﺮﻕ ﻓﻲ ﺑﺤﺮ ﻋﺴﻠﻬﺎ هلك

"Hakikat apa-apa dari kenikmatan dunia melainkan bagai setetes besar dari madu.

Maka siapa yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat.

Namun siapa yang menceburkan diri ke dalamnya, ia akan binasa."
***

Barakallah
Semoga Bermanfaat...

اللهم لا تجعل الدنيا اكبر همنا ولا مبلغ علمنا،  امين....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Suara Demokrasi SMPN 96

Jumat, 15 September 2023 SMPN 96 Jakarta menggelar Selebrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertemakan Suara Demokrasi....